Keinginan besar cenik utk mengalah memperbaiki tali silahturahmi yg sempat terputus dengan seseorang membuat cenik brusaha keras utk mewujudkannya akhir tahun ini.
Sejak lebaran cenik merencanakannya, tetapi apa boleh buat tidak kesampaian.
Dan akhirnya cenik bertekat akhir tahun ini harus terwujud apapun resikonya.
Yang cenik pikir hanya satu, nawaitu cenik baik hanya ingin menjaga silahturahmi. Pabila dipandang orang itu berlebihan ya silahkan. Btw akhirnya yang punya hidup ngasih kesempatan juga.
Selama ini silahturahmi dengan "samwan" ini kalo dibilang putus ya nggak putus amat, tapi kami sudah 2 tahunan tidak pernah bertatap muka sama sekali kami hanya komunikasi via sms atopun email itupun dalam konteks yang formil.
Sementara dulluuuuuuuuuuuuuuuu kami sudah seperti sodara kandung. Bagi cenik itulah hidup yang harus cenik jalani. Dan kondisi itu hanya cenik yang mampu merubahnya. Maka dari itu cenik brusaha mengalah untuk sebuah ibadah yaitu memperbaiki silahturahmi.
Tanggal 25 Desember 2007 jam 17.55 jam tangan Indie menunjukkan angka itu, Cenik benar2 berhadapan dengan "samwan" di teras rumahnya.
Dalam hati cenik bersuara Alhamdulillah akhirnya niatan cenik terwujud. Dengan menggendong putrinya dia berjabat tangan dengan cenik.
Cenik memaklumi kondisi yang kaku ini karena lamanya nggak pernah ketemu muka. Setidaknya ini sudah lebih dari cukup bagi cenik. Meskipun tidak lebih dari 15 menit itu amat sangat cukup bagi cenik untuk bersilahturahmi.
Dan cenik bersyukur lagi tgl 27 Desember 07 cenik bisa ngobrol dengannya di meja kantor, yang selama ini juga tidak pernah cenik datangi.
Rasa syukur yang besar yang cenik dapatkan di akhir tahun ini.
Meskipun didera rasa kecewa, rasa marah melihat kekakuan, kecueqannya tapi cenik merasa lega sudah bisa melawan rasa ego cenik yang tinggi demi sebuah ibadah.
PR lama sudah cenik kerjakan tinggal menjaganya.